CARA MEMASANG UMPAN UDANG UNTUK MEMIKAT IKAN BURUAN




Begini Cara Memasang Umpan Udang Mati, Pasti Nyentak! Tapi harus dengan catatan pengunaan udang mati untuk umpan harus diketahui untuk jenis ikan yang dipancing. Sekarang bayangkan, bila memancing ikan dengan umpan yang tidak diketahui untuk ikan apa, pastinya ngalur ngidul kan mancing sepert ini tapi tidak mungkinlah.

Jadi setiap pemancing pasti tau umpan yang digunakan untuk jenis ikan apa, termasuk pakai udang mati. Pastinya ada banyak sekali ikan yang akan memakannya, selain aroma yang khas juga amis, jadi wajar bila harus diketahui dengan jelas cara memasang umpan udang mati.

Nah untuk kalian yang membutuhkan info seputaran pengunaan umpan udang yang sudah mati, karena setiap pemancing yang mengunakannya pasti berbeda-beda, ada yang melalui racikan dengan perpaduan pelet dan bahan lainnya dan ada juga yang langsung dipakai saja.

Untuk yang terbiasa memancing ikan liar disungai atau rawa, waduk dan danau sebaiknya cukup gunakan secara langsung saja. Namun dipastikan dulu cara mengunakannya yang tepat, tanpa diketahui bisa jadinya kadang strike atau malah boncos.

Bila tidak tepat pemasangan udang mati ke kail pancing yang kalian gunakan, nanti target hanya ikan besar saja, selain itu aroma tidak akan seberapa kuat untuk umpan. Jadinya lebih sering boncos dari pada strike.

Nah bila kalian yang ingin mengetahui cara memasang umpan udang mati, sebenarnya hampir sama saja, cukup dicantelkan ke kail pancing. Hanya saja kalian sebaiknya melepaskan kulit udang dulu sebelum dipasang, untuk ukurannya menyesuaikan dengan kail pancing yang digunakan.

Tidak perlu terlalu besar pemasangan udang mati ke kail, cukup disesuaikan saja dan itu juga mengambil dagingnya tanpa kulit lagi.

Dengan pemasangan umpan udang mati seperti ini, justru aroma lebih kuat lagi sehingga ada banyak sekali jenis ikan yang mau memakannya.

Namun perlu diketahui untuk kail pancing yang digunakan, sebaiknya pakailah yang model halus seperti Nissin atau Sasame Wormer, karena pemasangannyanya tetap membutuhkan tanjapan kail yang tepat agar tidak mudah terlepas saat dipakai.

Juga pada spot yang dipancing, hindari untuk pemasangan umpan udang mati pada sungai arus deras, karena biar gimanapun tidak akan bertahap lalu umpan hilang. Bila memang spot utama disungai, usahakan arus tidak terlalu kencang.

Rekomendasi, usahakan umpan udang mati digunakan hanya pada air tenang seperti rawa, waduk dan danau termasul target ikan hanya yang bersisik saja. Dengan begitu kail yang di pakai nanti tidak terlalu besar bila menargetkan untuk ikan sisik.

Beberapa cara memasang umpan udang mati diatas kurang lebih tekhnik yang digunakan para pemancing yang sudah terbiasa memakainya, untuk kalian silahkan coba diterapkan. Sampai disini semogga bermanfaat.

Sumber : https://www.mancingikan.web.id/2022/08/begini-cara-memasang-umpan-udang-mati.html

MANCING IKAN GABUS DENGAN TEKNIK CASTING

 


Umpan Palsu Untuk Mancing Gabus Di Permukaan

Sebut saja seperti Umpan Jump Frog untuk Gabus yang sudah saya ulas tempo hari, lure satu ini sangat direkomendasikan ketika hendak memancing gabus atau Toman. Tiruan kodok ini bahkan harganya cukup mahal.

Bagi kamu yang memiliki budget pas-pasan, tak perlu khawatir, karena ada juga beberapa Jenis Umpan Palsu Untuk Mancing Gabus yang bagus dengan harga murah meriah.

Beberapa jenis tersebut adalah Jump Frog, Mini Popper, Soft Frog hingga Kicker Frog. Berikut, penjelasan singkatnya, silakan simak sampai selesai dan semoga bermanfaat.

Jump Frog

Umpan palsu untuk mancing gabus

Umpan Palsu Untuk Mancing Gabus adalah Jump Frog atau umpan palsu berbentuk katak. Para Angler air tawar sudah pasti tidak asing lagi dengan jenis lure yang satu ini.

Umpan Casting Gabus yang biasa terbuat dari kayu atau plastik ini sebenarnya memiliki harga yang cukup mahal, namun kita juga bisa membuatnya sendiri di rumah.

Sesuai dengan namanya yakni “Katak loncat”, umpan jump jump ketika dimainkan akan meloncat-loncat di permukaan air saat senar di gulung, dan sangat mampu menarik perhatian ikan gabus.

Namun sayangnya, umpan ini akan sedikit tidak cocok bila spot tempat kamu memancing adalah perairan yang banyak ditumbuhi tumbuhan air, karena akan rentan tersangkut.

Mini Popper

Umpan palsu untuk mancing gabus

Bukan hanya untuk gabus, umpan casting satu ini juga bisa dipakai ketika berburu ikan air tawar lainnya. Namun karena menggunakan teknik casting, tentu gabus menjadi sasaran yang empuk.

Implementasinya masih sama dengan jump frog, yakni spot lokasi mancing dianjurkan yang lapang, dengan sedikit tumbuhan air, karena akan rentan ngangkut jika terlalu semak atau banyak tumbuhan air.

Namun, Umpan Palsu Untuk Mancing Gabus yang satu ini bisa dikata sangat jitu, apalagi terdapat trible hooknya sebanyak 2 buah, dengan masing-masing 3 mata kail.

Jika tertarik memakai Lure satu ini, kamu bisa membelinya di toko perlengkapan memancing, atau melalui toko-toko online favorit kamu.

Soft Frog

Umpan casting gabus terbaik

Umpan Buatan ikan Gabus berikutnya bernama Soft Frog. Jenis lure satu ini masih berupa kodok buatan layaknya Jump Frog, hanya saja yang ini lebih bulat dengan tekstur lembut.

Bentuknya yang bulat membuat lure satu ini sangat aman meski memancing di spot yang banyak ditumbuhi tumbuhan air seperti Enceng gondok, kangkung dan teratai, karena dia tidak akan tersangkut.

Sebagai tips, pilihlah tekstur soft frog yang lembut dan kenyal, karena semakin lembut maka semakin bagus. Kamu bisa mengetesnya dengan cara memencet.

Karena jika teksturnya keras, tentu lure akan sedikit sulit menancap di mulut ikan gabus. Selain itu, mata kail juga harus tahan, karena berada di posisi atas, sedangkan mulut bagian atas gabus cukup keras.

Kicker Frog

Umpan tiruan untuk ikan gabus

Umpan Palsu Untuk Mancing Gabus berikutnya bernama Kicker Frog, yang umumnya terbuat dari bahan dasar karet / lateks murni. Bentuknya masih menyerupai kodok, namun yang ini agak sedikit unik.

Sesuai dengan namanya Kicker Frog yang berarti “Kodok Penendang”, ketika dipakai maka kaki dari umpan buatan ini akan menendang-nendang sehingga menimbulkan percikan air di permukaan.

Hal ini tentu sangat ampuh untuk menarik perhatian ikan. Karena ukurannya akan besar atau melebar, cocok digunakan untuk berburu ikan gabus babon atau Toman yang berukuran besar.

Umpan Casting Gabus Di Air Dalam

Meski mancing gabus lebih sering memakai teknik permukaan / casting, ternyata kamu juga bisa memainkan dengan teknik dasaran atau air dalam.

Selain itu, jenis lure yang bisa kamu pakai juga bervariasi. Berikut, beberapa diantaranya :

Spinner

Umpan casting spinner ikan toman

Umpan Palsu Untuk Mancing Gabus air dalam yang pertama adalah Spinner. Dalam penggunaannya, spot yang dituju harus bersih dari rerumputan atau tumbuhan air.

Komposisi utama dalam pembuatan lure yang satu ini diantaranya adalah blade, bulu atau rumbai-rumbai dan hook. Cocok untuk menargetkan ikan gabus / Toman berukuran besar.

Keunikan dari jenis lure ini adalah, pada inline spinner-nya biasa terdapat “lonceng” yang bisa “berbunyi”, bertujuan untuk memancing perhatian ikan predator.

Minnow Lure

Gambar minnow lure

Umpan Casting Gabus berikutnya ini berbentuk ikan kecil, dengan berbagai variasi yang bisa kamu pilih. Ada yang tenggelam mendatar, ada pula yang tenggelam semakin dalam saat reel digulung.

Selain itu, ada juga tipe yang joget dan bergoyang dalam air. Selain ikan gabus, ikan-ikan air tawar lainnya juga bisa tertarik dengan umpan satu ini.

Spoon Lure

Gambar spoon lure

Umpan Palsu Untuk Mancing Gabus ini, saya masih kurang paham, yang jelas bentuknya menyerupai sendok dan cocok untuk menargetkan ikan-ikan besar di dalam air, termasuk gabus dan Toman.

Soft Lure

Umpan Tiruan Ikan Gabus untuk air dalam yang terakhir adalah Soft Lure. Umpan lunak satu ini berbentuk bentuk ulat, cacing, ikan kecil, katak, serangga dan lainnya.

Untuk jenis yang satu ini, biasanya terdapat timah pemberat yang mempermudah Angler, untuk melempar umpan agar bisa lebih jauh dan langsung tenggelam.

SUMBER : https://memancing.info/umpan-palsu-untuk-mancing-gabus/

TIPS DAN TRIK MEMANCING CUMI CUMI DI LAUT

 



Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar memancing cumi-cumi bisa membuahkan hasil yang maksimal. Untuk itu, simak beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin sukses memancing cumi-cumi.

1. Umpan

Adapun beberapa jenis Capela atau Squid jig (umpan cumi0 yang biasa digunakan, antara lain :

– Capela tipe floating : Digunakan untuk mencari cumi-cumi yang cenderung berada di permukaan air atau untuk kawasan air sangat dangkal. Tujuannya, agar capela tidak menyangkut di karang. Cumi-cumi daerah ini biasanya berukuran kecil hingga sedang.

Ciri-ciri umpan floating yaitu dilengkapi dengan pemberat yang sangat ringan atau capela yang normal pemberatnya dipotong sedikit sesuai dengan kondisi spot yang banyak terumbu karangnya. Sehingga, ketika umpan ditarik, tidak akan menyelam ke bawah dan tidak dapat tersangkut di karang atau rumput laut yang terdapat di daerah dangkal.

– Capela tipe Shallow : Penggunaan capela tipe ini biasanya pada perairan yang kedalamannya mulai dari 5 metar sampai 8 meter. Ukuran cumi di perairan ini kebanyakan masih hampir sama dengan air dangkal.

Capela tipe Deep : Capela tipe ini biasanya digunakan di perairan yang cukup dalam karena dilengkapi pemberat yang cukup besar. Hal itu memungkinkan capela untuk menyelam lebih dalam.

2. Tusukan dengan umpan ikan atau udang asli

Tusukan cumi merupakan alat mancing cumi yang cara penggunaannya hampir sama dengan capela, namun pada tusukannya itu diberi umpan ikan atau udang pada bagian ekor ikan atau udang sampai menembus kepala.

3. Pemilihan spot

Daerah yang ideal untuk memancing cumi adalah daerah pinggir pantai yang memiliki kedalaman sekitar 2-5 meter, yang banyak terdapat terumbu karang atau rumput laut serta lamun.

Sorotan lampu dari pelabuhan atau dermaga yang terang pada malam hari juga akan menarik perhatian cumi-cumi. Karena cahaya terang akan membuat banyak ikan-ikan kecil berkumpul, yang menjadi makanan cumi-cumi.

Menggunakan perahu/kapal untuk mencari perairan yang dalam dan banyak terdapat terumbu karang di bawahnya juga merupakan pilihan yang tepat, tetapi sebaiknya saat malam hari menyediakan penerangan yang bisa difokuskan ke bawah perahu dengan menggunakan teknik bottom

4. Waktu

Ada beberapa waktu tertentu yang tepat untuk memancing cumi berdasarkan spotnya, yakni:

-Untuk spot pinggiran pantai, baiknya memancing cumi pada jam 4 sore sampai 9 malam.

-Untuk spot pelabuhan atau dermaga yang memiliki penerangan, memancing cumi-cumi bisa dilakukan dari jam 4 sore hingga semalaman penuh, selama lampu penerang di dermaga/pelabuhan masih menyala.

-Untuk spot perairan dalam dengan menggunakan perahu, dapat dilakukan mulai dari jam 6.30 malam sampai semalaman, selama lampu yang dibawa masih bisa terus menyala.

Jika ingin mendapat hasil tangkapan cumi-cumi dengan size besar dan jumlah yang banyak, memancinglah saat malam hari dan pada saat terang bulan, karena saat itu banyak cumi-cumi yang keluar untuk mencari makan.

5. Teknik memancing cumi-cumi

-Teknik memancing cumi-cumi yang pertama adalah Casting. Teknik ini biasanya dilakukan pada perairan dengan kedalaman 5-8 meter. Caranya, umpan dilempar sejauh-jauhnya dan biarkan tenggelam sedikit.

Setelah itu, tarik pelan-pelan dan sesekali digentak agar umpan naik ke atas .Lakukan teknik tersebut berulang kali hingga ada cumi-cumi yang memakan umpan. Teknik ini bisa menggunakan capela tipe shallow

Trolling/Tonda-tonda : Teknik ini harus menggunakan perahu dengan spot berupa perairan dangkal yang kedalamannya antara 2-5 meter dan terdapat karang atau rumput laut.

Caranya, umpan capela diulur ke belakang sepanjang 27 meter dan biarkan joran atau senar dalam posisi berdiri, kemudian jalankan perahu denagn pelan. Jika senar sudah terasa berat, maka itu tanda cumi-cumi telah memakan umpan.

Tarik senar secara perlahan sampai ke perahu dan tangkap cumi menggunakan jaring. Sebaiknya cumi dipegang pada bagian lehernya agar tidak tergigit. Teknik ini baiknya dilakukan dengan capela tipe floating agar umpan tidak tersangkut di karang atau rumput laut.

Teknik Bottom (dasaran) : teknik ini biasanya digunakan untuk memancing ikan, namun bisa juga diterapkan untuk memancing cumi-cumi. Lakukan teknik ini perairan perairan yang dalam.

Teknik ini tidak jauh berbeda dengan teknik jigging. Bedanya, cara menariknya dilakukan dengan pelan ke atas dan ke bawah dan sesekali disentakkan. Teknik ini dilakukan seperti mengikuti pergerakan yang lambat dan kebanyakan diam. Teknik ini baiknya menggunakan capela tipe Deep dan spotnya perairan dalam yang dilengkapi dengan penerangan.

Memakai Tusukan cumi : Tusuk ikan atau udang ini digunakan sebagai umpan yang ditusuk pada bagian ekor sampai menembus kepala. Lempar umpan ini sejauh-jauhnya dan biarkan sampai ke dasar perairan. Kemudian tarik pelan-pelan sampai merasakan ada getaran pada umpan yang menjadi tandan cumi-cumi telah menyambar umpan ini.


Sumber : https://mediatani.co/berikut-tips-agar-hasil-memancing-cumi-cumi-lebih-maksimal